Buku

Konsep Petani-Seniman “Kober” di Padepokan Tjipta Boedaja, Tutup Ngisor, Magelang: Analisis Materialis Budaya

Purwanti Kusumaningtyas

Abstrak

2023, Makalah Jurnal, https://www.academia.edu/115691074/Farmer_Artists_Concept_of_Kober_in_Padepokan_Tjipta_Boedaja_Tutup_Ngisor_Magelang_A_Cultural_Materialist_Analysis?sm=b&rhid=38496233083 Pengalaman para seniman-petani di Padepokan Seni Tjipta Boedaja, Tutup Ngisor, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Indonesia, yang melakukan pertunjukan seni sebagai bagian dari ritual mereka empat kali setiap tahun sejak 1937, menjadi fenomena menarik untuk diteliti. Mereka bekerja di ladang dan sawah mereka dari pagi hingga siang, dan pada malam hari mereka berkumpul di padepokan untuk melakukan kegiatan seni. Sebuah studi etnografi telah dilakukan untuk memahami aktivitas mereka, terutama yang berkaitan dengan tari Jawa, lagu tradisional Jawa tembang, orkestra musik gamelan, dan drama tari Jawa. Dengan menggunakan empat aspek utama teori materialisme budaya Marvin Harris, artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana mode produksi dan reproduksi di kalangan masyarakat pertanian memengaruhi aspek struktural dan infrastruktur dari sistem sosial budaya para seniman-petani. Ditemukan bahwa mereka memandang seni sebagai hobi dan ritual, bukan sebagai sumber utama penghasilan finansial. Mereka menciptakan konsep kober, yang secara harfiah berarti memiliki waktu untuk melakukan sesuatu. Pandangan mereka tentang kebiasaan mereka adalah "hidup untuk seni" alih-alih "seni untuk hidup". Hal ini menunjukkan bahwa kekhawatiran materi tetap mendasar dalam membentuk aspek organisasi dan ideologis dari sistem sosiobudaya. Hal ini didukung oleh kemampuan kognitif mereka untuk memahami pentingnya kebutuhan materi dasar sebagai landasan bagi aspek sosiobudaya dan ideologis kehidupan mereka. Pengalaman para petani-seniman di Tutup Ngisor mengubah cara linier Harris dalam mendefinisikan pembentukan budaya sebagai sesuatu yang berbasis materi menjadi cara siklik dalam pelestarian budaya.