Disertasi
Pembuatan Film Kolaboratif dengan Seniman Pertunjukan Tradisional di Dataran Tinggi Jawa Tengah: Sebuah Tesis PhD berbasis Praktik
Tito Imanda
Abstrak
2019, Tesis S3, https://www.academia.edu/75473846/Collaborative_Filmmaking_with_Traditional_Performers_in_Highland_Java_A_Practice_Based_PhD_Thesis
Tesis ini menganalisis proses kolaborasi dengan kelompok pertunjukan tradisional Jawa dalam mengadaptasi karya mereka ke dalam film. Proyek ini memiliki tujuan praktis dan penelitian. Tujuan praktisnya adalah berkolaborasi dengan kelompok pertunjukan tradisional dari daerah pedesaan, dan membantu memfasilitasi eksplorasi mereka terhadap media baru dan mengekspresikan diri melalui film. Tujuan penelitian dari proyek ini adalah untuk merekam, memahami, dan menganalisis proses tersebut, sekaligus meletakkan dasar untuk kolaborasi dan penelitian lebih lanjut dalam konteks lain dan dengan komunitas yang berbeda. Pertanyaan penelitian mendasar untuk tesis ini adalah: “bagaimana kolaborasi berkontribusi dan memfasilitasi adaptasi estetika dan ekspresi artistik kelompok tersebut ke dalam film?”Untuk menjawab pertanyaan itu, penting untuk terlebih dahulu memahami kelompok itu sendiri sebagai kolaborator lokal, termasuk anggotanya, identitas mereka, masalah dan kebutuhan mereka, serta peran penduduk desa lainnya. Tesis ini menetapkan bahwa kelompok tersebut memiliki tradisi dan sejarah yang panjang, khususnya dalam seni pertunjukan, dan komunitas desa terus-menerus berada dalam ketegangan dengan perubahan sosial, politik, dan ekologis yang sedang berlangsung, yang sering kali memberikan inspirasi bagi tema dan isi film mereka. Tujuan selanjutnya adalah untuk memahami perkembangan kolaborasi antara seniman-petani pedesaan dan kolaborator akademisi-pembuat film perkotaan mereka: tulang punggung tesis ini. Kita dapat melihat di sini bahwa membangun "landasan bersama" antara kolaborator dari konteks yang berbeda adalah proses yang panjang dan menantang. Tema penting lain dari tesis ini adalah eksplorasi proses adaptasi seni pertunjukan ke film, dan bagaimana tahun-tahun kolaborasi membentuk proses ini dan produknya. Di sini kita dapat melihat bahwa nilai-nilai budaya tertentu –bukan kurangnya akses atau kecanggihan– yang mendorong para penari Tjipta Boedaja menuju metode produksi film tertentu serta pesan-pesan tertentu. Ketika kita mencermati estetika film-film yang dihasilkan, kita mengamati bagaimana film-film tersebut merepresentasikan budaya kelompok dan desa, serta identitas para anggota dan penduduk desa, serta serangkaian estetika film baru yang muncul dari kolaborasi tersebut. Para kolaborator lokal menghubungkan teknik dan pendekatan mereka dalam bercerita dengan berbagai pertunjukan lokal. Film dalam konteks ini sebagian besar ditentukan oleh kompleksitas lokasi dan estetikanya serta preferensi penonton. Terakhir, proyek ini meneliti produksi film terbaru kelompok tersebut, mengeksplorasi apa yang telah dipelajari para kolaborator dari proses kolaborasi yang panjang, adaptasi metode pembuatan film, dan pembentukan estetika film. Pada titik ini, tesis ini menawarkan konfirmasi empiris bahwa kolaborasi pembuatan film antara dua faksi dari latar belakang yang berbeda harus membangun kepercayaan, membangun wawasan kompleks tentang semua budaya dan hubungan kekuasaan para kolaborator, dan menumbuhkan kemauan untuk melakukan investigasi intensif terhadap estetika dan pesan lokal yang paling menonjol.